Jangan gerakkan kepala ke belakang bersama mengangkat dagu, gara-gara untuk tiap tiap aksi akan tersedia reaksi trampolin. Aksi dari kepala ini akan sebabkan badan bagian bawah bergerak ke arah yang berlawanan. Jika kepala ke bawah, bersama dagu merapat ke dada, maka pesenam sedang menarik kepalanya ke bawah. Karena kepala berbobot 3 hingga 4 kilogram, kepala didalam posisi ini bertindak sebagai sebuah jangkar.

trampolin

 Jadi, kita harus menekankan termasuk latihan untuk kepala. Berdiri di depan matras empuk dan aturlah posisi dagu keluar/jauh dari dada. Kemudian bersama menarik dagu masuk (dagu militer), tubuh akan terdorong ke belakang dan jatuhlah bersama punggung lurus. Tetaplah pertahankan tubuh lurus dan ketat tanpa bengkok terhadap panggul. Biarkan kepala menciptakan gerakan. Ini disebut latihan Huff and Puff (tiup-tiupan), gara-gara dua orang pesenam dapat bermain seolah-olah jatuhnya pesenam lain gara-gara di tiup oleh orang yang didepannya.

Latihan ini mengarah terhadap jatuhnya tubuh ke belakang. Jatuh belakang ini, kecuali dijalankan bersama benar, merupakan keterampilan yang menunjang menciptakan putaran (rotasi) ke belakang yang benar di jaman depan. Itu termasuk mengembangkan kebiasaan yang benar untuk kepala. Dalam latihan ini pesenam berdiri di depan sebuah matras empuk yang tinggi bersama lengan diluruskan di atas kepala, bersama bahu menutupi telinga.

 Pesenam dapat berdiri di pinggir kolam busa (pit) bersama matras di dalamnya atau di depan matras di atas trampolin, layaknya diperlihatkan terhadap gambar 8. Pesenam lantas melompat ke belakang bersama tubuh lurus dan ketat dan merasakan sudut 45 derajat sebelum akan mengangkat kaki ke sudut 90 derajat. Ketika kaki terangkat, jangan angkat tubuh bagian atas, namun lanjutkan mengarahkan kepala dan tubuh atas bergerak cocok arah semula. Kepala harus menyentuh matras terhadap sementara seiring bersama punggung dikala tiba terhadap posisi “back drop” layaknya sudah dilatih di lantai sebelumnya. Ini adalah langkah pertama didalam melatih faktor-X. Tubuh dilatih untuk lihat dan merasakan sendiri lewat sudut 45 derajat, yang didalam semua arah membentuk sebuah X.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *